PROPOSAL KEGIATAN PELAYANAN ASUHAN PADA KELUARGA

 

PROPOSAL KEGIATAN

PRAKTEK KERJA LAPANGAN

PELAYANAN ASUHAN KEPADA KELUARGA

DI DESA UJUNGPANDAN RT. 06/ RW.02 KECAMATAN WELAHAN KAB. JEPARA

 


  







 

 

 

 

 

  

Disusun Oleh :

 

Laila Aidannahar

P1337425217006

 

 

 

 

 

PRODI SARJANA TERAPAN KEPERAWATAN GIGI SEMARANG

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTRIAN KESEHATAN SEMARANG

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. Latar Belakang

Kesehatan merupakan salah satu unsur dalam pembangunan nasional yang berguna untuk peningkatan dan pengembangan sumber daya manusia. Dengan masyarakat yang sehat, akan mewujudkan derajat kesehatan yang optimal, dimana sehat menurut WHO adalah suatu keadaan jasmani, rohani, dan sosial yang sempurna tidak hanya bebas dari penyakit, cacat dan kelemahan.

Pelayanan asuhan kesehatan gigi dan mulut adalah suatu layanan kesehatan gigi dan mulut yang ditujukan pada suatu kelompok tertentu atau individu dalam kurun waktu yang dilaksanakan secara terencana, terarah dan berkesinambungan untuk mencapai taraf kesehatan gigi dan mulut yang optimal (Depkes RI, 2000).

Saat ini masyarakat Indonesia perlu diberdayakan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan gigi dan mulut dengan cara mencegah, merawat dan memelihara kesehatan gigi dan mulut. Berdasarkan temuan dari beberapa penelitian dan situasi konkret masyarakat  Indonesia, kesadaran untuk merawat dan memelihara kesehatan gigi dan mulut dari berbagai tingkatan usia masih perlu dikembangkan. Terbukti dari hasil riset kesehatan dasar republik Indonesia 2018 yang menunjukan bahwa proporsi perilaku menggosok gigi masyarakat dengan benar hanya sebesar 2,8%. Salah satu penyebab rendahnya perilaku menggosok gigi yang baik dan benar adalah kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai perilaku menggosok gigi (Kemenkes, 2018)

Dengan demikian perlu adanya tindakan pelayanan kesehatan gigi meliputi upaya promotif, preventif serta kuratif untuk meningkatkan status kesehatan gigi dan mulut pada masyarakat yang diharapkan bersifat menyeluruh. Terdapat banyak hal yang sangat penting untuk lebih diperhatikan dari perbedaan dalam kelompok masyarakat, yaitu adanya anggota masyarakat yang memerlukan pelayanan dan perhatian khusus untuk menunjang kehidupannya.

Kehilangan gigi dapat disebabkan oleh berbagai hal. Penyebab terbanyak kehilangan gigi adalah akibat buruknya status kesehatan rongga mulut, terutama karies dan penyakit periodontal. Hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 di Provinsi Bali berdasarkan kelompok usia diperoleh data bahwa, kelompok usia 55 – 64 tahun memiliki proporsi tertinggi dalam permasalahan kesehatan gigi dan mulut, yaitu 30,8%. Lansia diharapkan minimal mempunyai 20 gigi berfungsi, hal ini berarti bahwa fungsi pengunyahan mendekati normal, walaupun sedikit berkurang. Demikian halnya fungsi estetik serta fungsi bicara masih dapat dianggap normal dengan jumlah gigi minimal 20 buah.

Pada praktek kali ini dilakukan tentang pengkajian pelayanan asuhan keperawatan gigi dan mulut pada keluarga bapak Nursahid sesuai dengan kebutuhan pasien untuk meningkatkan derajat kesehatan gigi dan mulut.

B.    Data Hasil Pemeriksaan

1.     Data Umum

No

Nama Responden

Jenis kelamin

Umur

Alamat

1.

Nursahid

Laki – laki

47

Ds. Ujungpandan 06/02 Kec.Welahan Kab.Jepara

2.

Wagiyanti

Perempuan

41

Ds. Ujungpandan 06/02 Kec.Welahan Kab.Jepara

3.

Syffa Aulia

Perempuan

15

Ds. Ujungpandan 06/02 Kec.Welahan Kab.Jepara

Pemeriksa : Laila Aidannahar

 

 

 

 

2.     Data Khusus

Dari hasil pengumpulan data 3 pasien didapatkan hasil sebagai berikut:

Nama

DI

CI

OHIS

D

M

F

DMFT

Nursahid

1,8

2

3,8

3

1

-

4

Yanti

1,5

1,8

3,3

1

1

-

2

Syffa aulia

0,7

0,6

1,3

1

-

-

1

Rata-rata

 

 

2,8 (Sedang)

 

 

 

2,3

(Rendah)

 

3.     Prioritas Masalah

No

Masalah

U

S

G

Jumlah

Prioritas

1

OHIS

3

4

3

10

I

2

DMFT

3

2

4

9

II

 

 

 

 

 

 

Keterangan

Skor U = 0 - 5 (tidak penting – sangat penting)

Skor S = 0 - 5 (tidak serius - sangat serius)

Skor G = 0 - 5 (tidak berdampak – sangat berdampak)


         BAB II

PEMBAHASAN

A.    Alternatif Pemecahan Masalah

RUMUSAN MASALAH

PENYEBAB MASALAH

ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH

1.     Angka OHI-S

A.Input

Kurangnya pengetahuan pasien tentang cara pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut.

 

· Kurangnya pengetahuan pasien tentang karang gigi dan akibatnya.

· Cara menyikat gigi pasien yang kurang baik

 

*meningkatkan pengetahuan pasien tentang cara pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut melalui penyuluhan

 

*meningkatkan pengetahuan pasien tentang karang gigi dan akibatnya melalui penyuluhan

*mendemonstrasikan cara menyikat gigi yang baik dan benar

B.Proses

· Pasien belum pernah mendapatkan penyuluhan tentang cara pemeliharaan kesgilut dari tenaga kesehatan gigi

· Pasien tidak pernah melakukan pembersihan karang gigi

 

*meningkatkan pengetahuan pasien tentang cara pemeliharaan kesgilut melalui penyuluhan

 

*membersihkan karang gigi secara berkala

2.     Angka rata-rata DMFT

A.  Input

· Kurangnya pengetahuan pasien tentang cara pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut

 

§ Kurangnya pengetahuan pasien bahwa lubang gigi harus ditambal

 

*meningkatkan pengetahuan pasien tentang cara pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut melalui penyuluhan.

 

*meningkatkan pengetahuan pasien bahwa lubang gigi harus ditambal serta dampak bila tidak ditambal melalui penyuluhan.

B.Proses

· Pasien tidak pernah melakukan penambalan gigi terhadap gigi yang berlubang

 

*melakukan penambalan pada gigi yang berlubang .


B.    POA (Pland Of Action)

Berdasarkan alternatif penyebab masalah dapat disusun rencana pelaksanaan kegiatan pelayanan asuhan kesehatan gigi dan mulut

No.

Tahap/Kegiatan

Tujuan

Uraian Kegiatan

Waktu

Sasaran

Indikator

1.

Tahap Persiapan Promotif

 

Persiapan perijinan dan pendekatan :

  1. Perijinan ketua RT

Agar mendapat ijin

Meminta ijin pada ketua RT 06 RW 02 Desa Ujungpandan  Kec.Welahan Kab.Jepara

 

 

Ketua RT

Mendapat ijin

 

  1. Perijinan kapda pak Nursahid

Agar mendapatkan izin

Meminta izin untuk dilakukan pelayanan asuhan

Sebelum memulai tindakan

Pasien

Mendapat izin

 

  1. Persiapan operator

Agar kegiatan berjalan lancar

Berpakaian rapi dan lengkap, mencuci tangan sebelum dan sesudah perawatan, memakai handchoen dan masker

Setiap kali tindakan

Operator

Operator berpakaian bersih

 

  1. Persiapan pasien

Agar pasien mengetahui maksud dan tujuan perawatan untuk mendapatkan data pasien

Menjelaskan tahap demi tahap kegiatan perawatan yang dilakukan,menanyakan data pasien, pemeriksaan objecktif dan subjectif

Setiap kali kunjungan

Pasien

Didapatkan data pasien, pasien merasa nyaman dan mengetahui tindakan yang akan dilakukan

 

 

 

  1. Persiapan alat dan bahan

Untuk mempelancar kegiatan yang dilakukan, memakai alat dan bahan sesuai kebutuhan

Mempersiapkan alat dan bahan sesuai kebutuhan

Setiap kali tindakan

Alat dan bahan

Didapatkan alat dan bahan sesuai dengan kebutuhan

  1. Persiapan ruangan

Untuk kelancaran kegiatan

Menyiapkan dan membersihkan ruangan

Setiap kali tindakan

Operator

Rumah pasien

2

Tahap Pelaksanaan Promotif

 

Promotif

a.     Penyuluhan tentang gigi berlubang

 

 

 

                   

 

Meningkatkan pengetahuan pasien tentang gigi berlubang

Menyiapkan alat peraga, penyuluhan tentang gigi berlubang

 

Pasien

Sasaran menyebutkan kembali tentang pengertian, penyebab, pencegahan gigi berlubang

 

b.     Penyuluhan cara menyikat gigi yang baik dan benar

 

Meningkatkan pengetahuan pasien tentang  cara menyikat gigi yang baik dan benar

Menyiapkan alat peraga, Penyuluhan cara menyikat gigi yang baik dan benar

 

Pasien

Sasaran dapat memperagakan cara menyikat gigi dengan baik dan benar, sasaran dapat menyebutkan waktu dan frekwensi dalam menyikat gigi.

 

c.     Penyuluhan tentang makanan yang merusak dan yang baik untuk kesehatan gigi dan mulut

Meningkatkan pengetahuan pasien tentang makanan yang merusak dan yang baik untuk kesehatan gigi dan mulut

Menyiapkan alat peraga, penyuluhan tentang makanan yang merusak dan yang baik untuk kesehatan gigi dan mulut

 

Pasien

Sasaran menyebutkan kembali tentang macam – macam makanan yang merusak dan makanan yang baik untuk kesehatan gigi dan mulut.

 

d.     Penyuluhan tentang karang gigi

Meningkatkan pengetahuan pasien tentang karang gigi

Menyiapkan alat peraga sesuai dengan materi

 

Pasien

Pasien mengetahui tentang penyebab karang gigi

3

Tahap Pelaksanaan Preventiv

 

Preventive

a.      Menyikat gigi dengan bimibingan operator

 

Untuk melatih pasien cara menyikat gigi dengan baik dan benar agar diterapkan kembali untuk meningkatkan kebersihan gigi dan mulut

 

-  Menyiapkan alat dan bahan

-  Melakukan penyuluhan cara menyikat gigi yang baik dan benar

-  Menyikat gigi dengan bimbingan operator

-  Operator mendemonstrasikan bagaimana cara menyikat gigi dengan model gigi

 

 

Pasien

 

-   Sasaran dapat menyikat gigi dengan baik dan benar dengan mandiri

-   Nilai OHIS menjadi 0

Dengan Di=0

4.

Tahap Evaluasi

 

Evaluasi

1.       Jangka pendek    ( setelah semua kasus tertangani )

 

-     Untuk mengetahui keberhasilan tindakan pelayanan asuhan kesehatan gigi dan mulut

-     Memperoleh data setelah dilakukan tindakan

 

-     Melakukan pemeriksaan kembali status kesehatan gigi dan mulut pada pasien setelah dilakukan tindakan

 

Pasien

 

 

2.       Jangka panjang ( 6 bulan setelah kunjungan terakhir )

-     Untuk mengetahui keberhasilan tindakan pelayanan asuhan kesehatan gigi dan mulut pada 6 bulan berikutnya setelah kunjungan terakhir

-     Melakukan pemeriksaan kembali status kesehatan gigi dan mulut pada pasien setelah dilakukan tindakan

6 Bulan setelah evaluasi jangka pendek

Pasien

 

 

 

 

C.    Kebutuhan Alat dan bahan

NO.

KEGIATAN

ALAT DAN BAHAN

JUMALAH BAHAN

1.

PROMOTIF

ü  Penyuluhan

-       Kesehatan gigi

-       Kerusakan gigi

-       Teknik menggosok gigi yang baik dan benar.

-       Makanan yang baik dan yang tidak baik untuk gigi

-       Penyuluhan tentang karang gigi

 

 

-          Liflet

-          Poster

 

 

4

2.

PREVENTIF

-       Demonstrasi menyikat gigi

 

 

-       Sikat gigi

-       Pasta Gigi

 

4

1

(120 mg)

 

 

 

 


D.    Perencanaan Alat dan Bahan

No

Nama Kegiatan

Nama Bahan

Kebutuhan / unit

Kebutuhan Total

Harga Per/ unit

Total

1.

Penyusunan Perencana, Alat peraga dan Laporan

Proposal

1 bendel

2 x 1 bendel

8.000

Rp 16.000

Alat peraga

2 lembar

2 x 4 lembar

2000

Rp 16.000

Penyusunan laporan

1 bendel

 1 bendel

8.000

Rp 8.000

Total

Rp 40.000

 

A.    Perencanaan Monitoring Yang Akan Dijalankan

Pelaksanaan kegiatan pelayanan kesehatan gigi dan mulut pada keluarga berkebutuhan khusus perlu dilakukan pemantauan (monitoring) untuk menemukan permasalahan yang menghambat program kegiatan pelayanan kesehatan gigi dan mulut, yang mencakup:

1.     Ketersediaan SDM yang menjalankan pelayanan

2.     Sarana prasarana pendukung

3.     Bahan-bahan yang diperlukan

4.     Alokasi waktu

B.    Perencanaan Evaluasi Yang Akan Dijalankan

1.     Evaluasi jangka pendek

a.     Jangka Pendek

Dilakukan setelah dilakukan pelayanan asuhan kesehatan gigi dan mulut dengan rincian sebagai berikut :

1)    Promotif

Untuk melihat keberhasilan penyuluhan dengan mengajukan tanya jawab dalam setiap penyuluhan. Dengan indikator responden dapat menjawab pertanyaan dalam kuesioner.

2)    Preventif

 Untuk melihat keberhasilam program cara menggosok gigi yang baik dan benar dilakukan dengan pemeriksaan OHIS. Program dikatakan berhasil jika skor plak < 20.

b.     Jangka Panjang

Melakukan pemeriksaan gigi minimal 6 bulan untuk mengetahui keberhasilan program kegiatan pelayanan asuhan kesehatan gigi dan mulut. dengan indikator target sesuai dengan pemeriksaan jangka pendek yaitu

      Responden dapat menjawab pertanyaan dalam kuesione

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

A.    Kesimpulan

Dari uraian di atas dapat disimpulkan kegiatan Pelayanan Asuhan Kesehatan Gigi dan Mulu dengan sasaran keluarga Bpk.Nursahid dengan anggota keluarga Wagiyanti dan Syffa Aulia adalah sebagai berikut:

1.     Status kesehatan gigi dan mulut keluarga Bpk.Nursahid memiliki nilai OHIS = 2,8 dengan kriteria sedang, nilai DMF-T = 2,3 dengan kriteria rendah Sehingga perlu dilakukan Pelayanan Asuhan Kesehatan Gigi dan Mulut.

2.     Kegiatan Pelayanan Asuhan Kesehatan Gigi dan Mulut meliputi kegiatan promotif dan preventif

a.   Promotif yaitu :

Penyuluhan dengan materi tentang cara menggosok gigi yang baik dan benar.

b.   Preventif

Responden diminta untuk mendemontrasikan cara menggosok gigi dengan baik dan benar

3.     Kegiatan pelayanan asuhan kesehatan gigi dan mulut yang dilaksanakan menghabiskan biaya dengan total Rp. 40.000,-.

B.    Saran

1.     Lebih memperhatikan kesehatan dan kebersihan gigi dan mulut dengan cara menggosok gigi minimal 2x sehari yaitu setelah makan dan sebelum tidur malam.

2.     Mengatur pola makan dengan memperbanyak makan makanan bergizi, berserat dan berair serta mengurangi makanan manis dan melekat.

3.     Untuk periksa gigi minimal 6 bulan sekali ke poli gigi.

 

 

 

              


 

Comments